Alasan Acara Pameran E3 Resmi Berhenti Setelah 28 Tahun Eksis di Industri Gaming
13 Dec · ESPORT
Alasan Acara Pameran E3 Resmi Berhenti Setelah 28 Tahun Eksis di Industri Gaming

Acara pameran tahunan Electronic Entertainment Expo (E3) yang telah berlangsung selama 28 tahun resmi ditutup secara permanen. Pengumuman ini dikonfirmasi oleh Entertainment Software Association (ESA) pada Selasa (12/12/23) kemarin. 

Postingan akun X milik E3 mengabarkan bahwa pameran yang telah berjalan selama lebih dari dua dekade tersebut akhirnya harus menemui momen perpisahan yang menyisakan kenangan bagi seluruh penggemar expo.

Dalam sebuah wawancara, 

Stanley Pierre-Louis selaku Presiden dan CEO ESA juga mengungkapkan hal yang sama terkait penutupan penuh acara yang telah menaungi sejumlah besar industri video game di Amerika dan global tersebut.

Keputusan untuk menghentikan pameran game terbesar ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk penurunan minat dari berbagai perusahaan game terkemuka yang sebelumnya bermitra dengan E3.

Berita mengejutkan datang dari beberapa nama besar seperti Xbox, PlayStation, Nintendo, Ubisoft, SEGA, Tencent, dan Level Infinite yang telah memutuskan untuk tidak lagi ikut serta dalam pameran E3 2023 dan memilih untuk mengadakan acara showcase sendiri.

Menurut laporan Gameindustry.biz pada September lalu, ReedPop juga telah membatalkan kerjasamanya dengan ESA, meskipun sebelumnya mereka telah berencana untuk menyelenggarakan acara kolaborasi pada tahun 2023. 

Meskipun demikian, ESA menyampaikan apresiasinya kepada ReedPop yang telah menjadi mitra selama lebih dari 14 tahun atas dukungannya dalam berbagai program yang masih berlangsung.

Laporan yang dirilis pada bulan September tersebut masih menimbulkan harapan akan keberlangsungan E3 pada tahun 2024, tetapi kabar terbaru yang menyatakan penutupan permanen yang muncul kemarin menandakan sebaliknya.

Selain itu, munculnya sejumlah kompetitor, perubahan perilaku audiens serta era disrupsi pandemi Covid-19 yang terjadi selama 2 tahun juga telah meruntuhkan E3 secara perlahan.

Meskipun penggemar berharap E3 akan kembali secara offline tahun ini, mereka harus menelan pil pahit karena acara tersebut terpaksa dibatalkan akibat pandemi Covid-19 dan menurunnya minat dari industri penerbit game lainnya.

Kembalinya E3 pada tahun 2019 menunjukkan bahwa expo tersebut masih menyisakan penggemar dari berbagai kalangan meskipun angka pengunjung mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Hal ini diduga karena absennya salah satu raksasa game Sony dan Activision dari acara tersebut.

Hingga saat ini, situs resmi E3 masih menampilkan satu halaman utama dengan isi pesan perpisahan berikut, “Setelah lebih dari dua dekade berjalannya E3, dimana masing-masing menjadi lebih besar dari yang terakhir, kini saatnya untuk mengucapkan salam perpisahan. Terima kasih atas kenangannya.”

Bagaimana menurut kalian? Apakah ada yang merasa kehilangan dengan ditutupnya E3 secara permanen ini?